Popular Posts

2/08/2012

Mobil Esemka Buatan Indonesia



Mobil Esemka Buatan Indonesia - Mobil Esemka - 8 Jenis Mobil Buatan Indonesia Asli - Mobil Asli Buatan Indonesia - Mobil Buatan Indonesia Asli - Mobil Buatan Anak SMK - Mobil Buatan Siswa SMK - Mobil Buatan Anak Bangsa - Mobil Buatan Asli Indonesia - Mobil Indonesia - Proses Perakitan Mobil Kiat Esemka - Mobil Made in Indonesia

Setelah pada postingan tadi saya ulas sedikit tentang Mobil Kancil Indonesia pada lebel otomotif yang sama, kali ini saya akan mengulas lagi Mobil Esemka Buatan Indonesia. Berikut pemaparannya:

Mobil yang satu ini hebatnya justru dibuat oleh para siswa SMK. Mobil Esemka memiliki 5 jenis varian yakni SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin, dan van. Pada gambar di bawah ini merupakan Mobil Esemka SUV buatan siswa-siswa SMK 1 Singosari Malang yang dikerjakan tidak kurang dari 50 siswa SMK Singosari Malang dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 175 Juta dalam pembangunan mobil ini. 5 jenis mobil Esemka yang lainnya dikerjakan oleh SMK-SMK lainnya. Untuk harganya anda cukup mengeluarkan uang 80 Juta saja untuk mendapatkan mobil Esemka ini.

Inilah mobil Kiat Esemka buatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menjadi kebanggaan Walikota Solo, Joko Widodo. Saking bangganya, mobil buatan siswa SMK 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta ini dijadikan sebagai mobil dinas oleh Jokowi -sapaan Joko Widodo.
http://1.bp.blogspot.com/-WqrCnr5DjVc/TwrDZb7pbLI/AAAAAAAAAj0/4JEJMf2LwT0/s320/Mobil+Kiat+Esemka8.jpg

Mobil ini berjenis SUV (Sport Utility Vehicle), bercat hitam. Dengan kapasitas 1.500 cc, mobil yang mesinnya diadopsi dari mobil Timor ini bisa menghasilkan kekuatan 105 tenaga kuda dengan putaran mesin 5.500 rpm.

Dari segi eksterior, mobil ini terlihat garang dan elegan. Itu berkat ada sentuhan model head lamp yang bergaya futusristik. Kesan sporty juga terlihat pada bagian grill dan fog lamp di bagian bumper.

Sedangkan di bagian interior, mobil yang memiliki kapasitas tujuh penumpang ini, dilengkapi dengan power window, AC dual zone, power steering, central lock, sistem audio dengan CD, serta tak ketinggalan sensor parkir.

Smart Eagle II Aircraft Spy Unmanned



Smart Eagle II is the first prototype UAV (Unman Aerical Vehicle) made by PT. Aviator Teknologi Indonesia for intelligence interests in Indonesia, especially for operaional BAIS (Strategic Intelligence Agency).

UAV made in Indonesia was first introduced in the Indo Defence 2006 kepublik, then there are several other prototypes that also included among Wallet-UNV Tactical and RAI-made PT. Mitra Mandiri goodwill.

This is a result of the development and joint research between the Ministry of Defence and Strategic Industries owned by Indonesia.
Smart Eagle II Made Indonesia Air Force

Specification

As a vehicle for middle-range observation is Smart Eagle II (hereinafter referred to as SE-II) first appeared in public at the end of 2005. SE II is one component of a set of observations via air system consisting of an unmanned air vehicle (water vehicle), cargo (payload), and the control station (ground control station).

SE II physical dimensions are as follows. Total body length reached 3.6 meters while the width of 4.8 meter wingspan and height (from ground to tip of tail fin) of about one meter. With an empty weight of 65 kilograms and a maximum takeoff weight (maximum take-off weight) 100 kg, SE II, capable of flying for almost six hours while carrying cargo loads weighing 20 kilograms.

Tempo flight includes two hours to get to and home from surgery and four hours to action. Gasoline have capital of 20 liters, SE II can fly as far as 150 kilometers and as high as 30 kilometers with a normal cruising speed (cruise speed) 120 kilometers per hour. However, in emergencies SE II flying speed can be boosted up to 150 kilometers per hour in order to reach locations as far as 300 kilometers.





Smart Elang II Pesawat Tanpa Awak Spy
di 03:08 Selasa, Oktober 12, 2010 Labels: Bahasa Indonesia Angkatan Udara Industri 0 komentar
Smart Elang II adalah prototipe pertama UAV (mematahkan semangat Aerical Kendaraan) yang dibuat oleh PT. Aviator Teknologi Indonesia untuk kepentingan intelijen di Indonesia, terutama bagi operaional BAIS (Badan Intelijen Strategis).

UAV buatan Indonesia pertama kali diperkenalkan di Indo Pertahanan 2006 kepublik, maka ada beberapa prototipe lain yang juga termasuk di antara Dompet-UNV Tactical dan RAI buatan PT. Mitra Mandiri goodwill.

Ini adalah hasil dari pengembangan dan penelitian bersama antara Departemen Pertahanan dan Industri Strategis yang dimiliki oleh Indonesia.

Smart Elang II Made Indonesia Angkatan Udara

spesifikasi

Sebagai kendaraan untuk jarak menengah pengamatan adalah Smart Elang II (selanjutnya disebut SE-II) pertama kali muncul di publik pada akhir tahun 2005. SE II merupakan salah satu komponen dari serangkaian pengamatan melalui sistem udara yang terdiri dari sebuah kendaraan udara tak berawak (kendaraan air), kargo (muatan), dan stasiun kontrol (stasiun tanah kontrol).

SE II dimensi fisik adalah sebagai berikut. Total panjang tubuh mencapai 3,6 meter sedangkan lebar sayap 4,8 meter dan tinggi (dari tanah hingga ujung sirip ekor) sekitar satu meter. Dengan berat kosong 65 kilogram dan berat lepas landas maksimum (maksimum take-off berat) 100 kg, SE II mampu terbang selama hampir enam jam sambil membawa beban seberat 20 kilogram kargo.

Tempo penerbangan mencakup dua jam untuk pergi ke dan pulang dari operasi dan empat jam untuk bertindak. Bensin memiliki modal dari 20 liter, SE II dapat terbang sejauh 150 kilometer dan setinggi 30 kilometer dengan kecepatan jelajah normal (cruise speed) 120 kilometer per jam. Namun, dalam keadaan darurat kecepatan terbang SE II dapat ditingkatkan hingga 150 kilometer per jam untuk mencapai lokasi sejauh 300 kilometer.

Wow VW Beetle 2012, Hasil Karya Anak Indonesia lho!



- Sebuah kebanggaan, salah satu produsen mobil ternama asal Jerman, Volkswagen menyetujui sketsa buatan desainer asal
Indonesia untuk dijadikan desain Volkswagen Beetle 2012.
Desainer otomotif dari Indonesia yang membanggakan itu adalah Chris Lesmana. Lesmana yang kini tinggal di Jerman telah membuat
sketsa rancangan untuk VW Beetle ini sejak 4 tahun yang lalu, sebagaimana dikutip dari Autoweek, Rabu (20/4/211).
Dia merancang desain VW terbaru ini berdasarkan imajinasi akan mobil impiannya.
Desain mobil VW terbaru ini dirancang Lesmana menjadi lebih bundar, atapnya panjang dan lebih rendah, dan bagian roda dibuat lebih
besar.
Desain baru ini ditandai dengan spatbor yang semakin ditarik keluar, lampu bixenon dan interior yang berwarna-warni, dengan
dashboard sesuai warna badan mobil.
Rancangan Lesmana itu telah memenangkan perhatian bos Grup Volkswagen, Martin Winterkorn, yang memberi lampu hijau untuk
rancangan akhir yang merupakan gagasan Lesmana. Rancangannya pun hampir tidak ada perubahan.

Mobil Listrik Futuristik Buatan Anak Bangsa





Mobil Listrik Futuristik Buatan Anak Bangsa
MI/Chadie
Memperkuat eksistensinya sebagai pemasok lampu otomotif unggulan, Autovision kembali memberi dukungan dalam pembangunan mobil konsep bertenaga listrik kreasi anak bangsa yang dinamai SV-1. Kendaraan sport listrik ini dibuat atas kerjasama antara coachbuilder Signal Kustom, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di dukung Auto Vision serta Alpine yang masing-masing memasok lampu dan perangkat Audio multimedia.

Lewat tangan dingin Andre Mulyadi dari Signal Kustom Bandung, kendaraan ini di re-engineering menjadi kendaraan single seateryang menyodorkan aura futuristis dan hi-tech dengan sosok yang mengingatkan kita pada kendaraan dalam film-film fiksi ilmiah.

Mobil milik Franklin dari Club Connection ini sejatinya adalah Nissan Cefiro yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga sama sekali tidak meninggalkan jejak 'ke-Cefiro-annya'.  Bisa dibilang, hanya gearbox saja yang masih setia menggunakan perangkat milik Cefiro.

Mesin bensin asli pun dilengserkan dari tahtanya. Sebagai gantinya, kendaraan konsep ini dijejali 45 unit baterai lithium iron phosphate (LiFePo4) yang dirangkai seri sehingga mampu menyuplai tegangan hingga 144 Volt dengan kapasitas 160 Ah.

Baterai ini dimanfaatkan untuk memasok daya bagi motor listrik DC bertegangan 114 Volt yang mampu berputar hingga 6.500 rpm dengan output sebesar 100 hp dan berkekuatan puntir maksimal hingga 146,43 Nm.

Untuk menyiasati tenaga kendaraan yang tidak terlalu besar untuk ukuran mobil sport konvensional, kendaraan dibuat seringan mungkin tanpa harus mengorbankan kekuatan strukturnya lewat penggunaan pipa tubular dan plat logam yang dikombinasi serat karbon. Alhasi bobotnya pun berkisar 650 - 700 kg.

Sebagai mobil berstatus konsep, SV-1 dibekali velek custom Corr Wheels  terbuat dari aluminium forged(aluminium tempa) yang sengaja dipesan langsung dari Amerika.  Velek bagian depan memiliki lebar 12 inci dengan ban berdimensi 275/40 R20, sementara bagian belakangnya menggunakan velek selebar 15 inci yang dibalut ban berdimensi 315/35 R20.

Andre Mulyadi mengatakan bahwa timnya mengalami kesulitan untuk mengetahui performa SV-1 mengunakan perangkat dynotest. "Peralatan dynotest yang ada belum bisa mengukur performa kendaraan listrik. Alat tersebut hanya bisa mengukur mesin-mesin konvensional dengan pilihan kalibrasi untuk mesin 4 silinder, inline six, V8, V12 konvensional, tetapi tidak ada pilihan untuk mengukur kendaraan listrik." ungkap Andre.

"Yang bisa diukur hanya kecepatan maksimalnya yang waktu itu bisa mencapai antara 130 hingga 150 km/jam, sedangkan tenaganya tidak bisa terhitung secara benar dan cuma terbaca 12 hp akibat tidak adanya pilihan kalibrasi untuk mesin non konvensional," lanjutnya.

Untuk daya jelajah, Andre mengklaim mobil kreasi timnya ini mampu berjalan sejauh 80 km, sementara untuk mengisi kembali baterainya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Mengimbangi tampilannya yang futuristis, SV-1 dibekali sistem pencahayaan dari Autovision antara lain model bi-xenon projector lens light untuk lampu utama plus angel eyes berupa cahaya merah yang melingkar di tepi lensa sehingga meningkatkan kesan futuristisnya.

Di bagian belakang, dipasang lampu Autovision jenis DRL (daytime running light). "Aslinya DRL ini berwarna putih. Kami beri sapuan cat candy tone berwarna merah agar bisa difungsikan sebagai lampu kombinasi belakang," tutur Fachrizal Azhar, Manager Marketing CV Sampurna Part Niaga selaku pemasok Autovision di Indonesia.

Untuk meningkatkan aura masa depan, bagian interiornya menggunakan sistem pencahayaan Autovision Microzen LED Flextrip 27 yang disambung menjadi satu. Selain itu, lampu jenis ini juga diinstalasikan untuk menunjang sektor detil bodi kendaraan.

Melengkapi kecanggihan tampilannya, urusan perangkat elektronik dipercayakan pada produk Alpine. Dan karena mobil konsep ini tidak dilengkapi atap, piranti yang digunakan pun dipilih yang kedap air yaitu Alpine Marine Edition sehingga tetap aman meskipun di bawah siraman air hujan.

Boyke selaku Brand Manager Alpine Indonesia memaparkan bahwa sistem audio dan navigasi kendaraan yang instalasinya digarap oleh instalatur Audiopro di Bandung ini menganut aliran yang menggabungkan antara SPL dan SQ yaitu SQL.

"Aliran SQL ini memiliki kekuatan suara yang kuat namun dengan kualitas yang tetap terjaga,  tidak seperti aliran SPL yang hanya asal kencang," ujar Boyke. Untuk keperluan itu, Audiopro menggunakan speaker jeniscoaxial 7 inci sebanyak 4 unit yang dikendalikan oleh 1 buah power amplifier Alpine berkekuatan 4 x 100 watt (RMS).

Untuk urusan nada rendahnya, diserahkan kepada 4 buah Subwoofer berukuran 10 inci yang di-drive oleh dua unit power amplifier monoblock yang masing-masing berkekuatan 1 x 600 watt, sehingga total daya yang dihasilkan menjadi 1.200 watt (RMS).

Empat buah monitor dan empat buah kamera juga terpancang yang sengaja difungsikan sebagai display pengontrol audio, pengganti kaca spion serta navigasi satelit. Head Unit-nya sendiri menggunakan Alpine Digital Media Station IXA-W407BT yang sama sekali tidak memiliki perangkat mekanis di dalamnya.

Itu artinya, Head Unit berfitur GPS Touchscreen dan Bluetooth ini hanya memainkan sumber-sumber digital dalam format MP3/AAC/WMA seperti pada iPod, iTouch 2nd gen, iPhone 3G/3GS dan sumber-sumber digital via USB port.

Hmm...Kapan ya kita memiliki mobil listrik yang bisa diproduksi massal?

mohhasan22.blogspot.com. Powered by Blogger.