Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

1/03/2017

Apa yang kamu kehendaki orang lain perbuat terhadapmu, perbuatlah demikian terhadap orang lain (koreksi)

Setiap orang punya kesenangan dan kesakitannya masing-masing. Kesenangan satu orang belum tentu menjadi kesenangan pada orang yang lain. Sesuatu dapat menyinggung orang lain tetapi tidak akan berdampak apapun terhadap orang yang berbeda.
Hal ini bertentangan dengan ayat injil,” Apa yang kamu kehendaki orang lain perbuat terhadapmu, perbuatlah demikian terhadap orang lain, Matius 7:12”. Pada ayat ini menurut saya tidak sepenuhnya benar. Orang lain tidak akan seperti apa yang kamu rasakan dalam menanggapi suatu perbuatan. Tanggapan itu berasal dari apa yang pernah dialami dan dilihat langsung seseorang baik itu faktor lingkungan social maupun kondisi geografis tempat tinggal. Factor yag berbeda akan membuat tanggapan yang berbeda pula.


11/19/2016

Kepuasan yang Sebenarnya

Banyak dijumpai manusia yang ingin menjadi orang lain yang terlihat merasakan nikmatnya hidup manusia cenderung menginginkan sesuatu yang tidak dia punyai. Pada akhirnya kekosongan yang di dapat ketika menjadi orang lain. Kenikmatan yang didapatkan orang lain tidak dapat dirasakan. hanya merasakan sesuatu yang berbeda dan terkadang sangat tidak sesuai dengan diri. . Hal ini di perkuat ketika seseorang melakukan sesuatu, apabila ditanya pastinya setiap orang memiliki tingkat kesenangan yang berbeda-beda 

    perbedaan minat atau passion juga sangat berkaitan karena setiap orang menilai kesuksesan juga berbeda. Mereka memiliki cara sendiri untuk mendapatkan kesuksesan yang mereka inginkan. Usaha yang dilakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut membutuhkan tenaga dan dorongan yang luar biasa. Dorongan inilah yang terus menerus membuat teguh pendirian untuk mencapai kesuksesan walaupun banyak rintangan yang menghadang, bahkan rintangan yang ada  menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Banyak yang bilang seseorang dapat diketahui mau jadi apa kelak di masa mendatang dengan melihat apa yang sering ia lakukan di masa sekarang. lakukanlah sesuatu yang dapat mengantarkanmu pada tujuanmu, kesuksesanmu, bukan pada kesuksesan orang lain.

semoga bermanfaat..

11/02/2016

Buku : membantu menggenggam dunia dan mengantarkan ke akhirat

Buku merupakan jendela dunia yang memberikan berbagai ilmu dan pengetahuan kepada para pembacanya. Membaca buku memberikan banyak manfaat seperti meningkatkan daya pikir dan imajinasi otak. Kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja, anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang-orang yang telah berusia lanjut. Membaca buku merupakan proses utama dalam memperoleh ilmu disamping melihat dan mendengarkan guru dan lingkungan. Pentingnya membaca sebagai proses utama dalam memperoleh ilmu dan pengetahuan terlihat pada wahyu pertama nabi muhammad SAW yaitu surat al-alaq 1-5 yang memberi perintah kepada nabi untuk membaca. Pemikiran seseorang akan lebih terbuka dan lebih bijak apabila memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas.
Proses membaca buku yang dapat memberi manfaat berupa ilmu dan pengetahuan dapat mengantarkan kita kepada kebahagaian dunia. Orang berilmu akan lebih dihargai daripada orang yang tidak berilmu. Orang yang berilmu juga mampu memanfaatkan potensi lingkungannya dan terhindar dari masalah pada keidupn sehari-hari karena mereka cenderung mencari akal untuk mengatasinya. Ilmu akan membantu seseorang untuk menggenggam dunia.

Manfaat ilmu tidak hanya dunia saja, tetapi juga akan mengantarkan ke akhirat menuju tempat yang baik hal ini mengacu pada kalimat bijak “kalau ingin selamat didunia pelajarilah ilmu, kalau ingin selamat diakhirat pelajarilah ilmu”. Bagi umat muslim diwajibkan untuk mencari ilmu selama hidupnya terutama ilmu agama. Ibadah tanpa didasari ilmu akan sangat tidak dihargai oleh sang pencipta. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya untuk menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu dunia serta menerapkannya untuk kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Keseimbangan ini terlihat pada sabda nabi ”bekerjalah seakan engkau hidup selamanya dan berdoalah seakan engkau mati esok”.

Jangan lihat apa yang dibicarakan, tapi lihatlah siapa yang berbicara

Banyak muncul individu/kelompok di masyarakat yang berbicara tanpa melihat isi dari apa yang dibicarakan dan apa dampak yang akan ditimbulkan. Induvidu/kelompok tersebut sering berbicara mengenai orang lain dan melihat orang lain tanpa melihat diri sendiri. Selain itu, juga muncul perilaku mempercayai apapun yang dikatakan kawan atau orang yang dihormati tanpa melihat isi dari pembicaraan. Sedangkan kepada lawan atau orang yang dibenci dianggap suatu kekeliruan. Ketika kawan salah pada apa dibicarakannya, maka suatu keharusan untuk dibela mati-matian. Sedangkan lawan yang salah, akan dicemooh seperti tanpa beban. Media sosial menjadi sarana untuk adu mulut dan saling sindir. Media cetak dan elektronik pun juga ikut meramaikannya. Hal ini bertolak belakang dengan apa yag diajarkan oleh nabi muhammad SAW “jangan lihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah apa yang dibicarakan”.

Untuk itu perlu dilakukan instropeksi diri sehingga pertikaian akan hilang atau berkurang. Seperti yang terjadi saat ini pertikaian antar individu/kelompok banyak terjadi. Tonjolkan apa yang menjadi persamaan dan jadikan perbedaan sebagai berkah. Fakta dan opini tidak bisa dihindarkan tetapi orang yang memiliki kebijaksanaan akan dapat membedakannya. 
mohhasan22.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts