1/03/2017

Apa yang kamu kehendaki orang lain perbuat terhadapmu, perbuatlah demikian terhadap orang lain (koreksi)

Setiap orang punya kesenangan dan kesakitannya masing-masing. Kesenangan satu orang belum tentu menjadi kesenangan pada orang yang lain. Sesuatu dapat menyinggung orang lain tetapi tidak akan berdampak apapun terhadap orang yang berbeda.
Hal ini bertentangan dengan ayat injil,” Apa yang kamu kehendaki orang lain perbuat terhadapmu, perbuatlah demikian terhadap orang lain, Matius 7:12”. Pada ayat ini menurut saya tidak sepenuhnya benar. Orang lain tidak akan seperti apa yang kamu rasakan dalam menanggapi suatu perbuatan. Tanggapan itu berasal dari apa yang pernah dialami dan dilihat langsung seseorang baik itu faktor lingkungan social maupun kondisi geografis tempat tinggal. Factor yag berbeda akan membuat tanggapan yang berbeda pula.


Perbedaan Ekonomi Kerakyatan dengan Ekonomi Neoliberalisme dan Negara kesejahteraan(Keynesianisme)


Hal
Ekonomi kerakyatan
kapitalisme
Ekonomi neoliberalisme
Negara kesejahteraan
Prinsip .


1. Menyusun perekonomian sebagai usaha bersama atas azas kekluargaan; mengembangkan koperasi
2. cabang-cabagng produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai Negara; mengembangkan BUMN
3. bumi, air dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat;
1. tujuan utama adalah pengembangan kebebasan individu untuk bersaing secara bebas sempurna di pasar;mencegah monopoli
2. kepemilikan pribadi terhadap factor-faktor produksi diakui; mengembangkan swasta
3. pembentukan harga pasar bukanlah suatu yang alami, melainkan hasil dari penertiban pasar yang dilakukan oleh  Negara melalui penerbitan undang-undang
1. mengintervensi pasar untuk menciptanya kondisi kesempatan kerja penuh
2. menyelenggrakan BUMN pada cabang-cabang produksi yang tidak dapat diselenggarakan swasta
3. menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan pembangunan
Pengelolaan Anggaran
Mengelola anggaran Negara untuk kesejahteraan rakyat; memberlakukan pajak progresif dan memberikan subsidi
Melaksanakan kebijakan anggaran ketat, termasuk menghapuskan subsidi
Mengelola anggaran Negara untuk kesejahteraan rakyat; memberlakukan pajak progresif dan memberikan subsidi
Perlakuan terhadap rakyat
1. Memastikan setiap warga Negara memperoleh haknya untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2. Memelihara fakir miskin dan anak terlantar
1. Melindungi pekerja perempuan , pekerja anak dan bila perlu menetapkan upah minimum.
2. tidak berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak terlantar
1. Memastikan setiap warga Negara memperoleh haknya untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2. Memelihara fakir miskin dan anak terlantar


12/21/2016

Sifat kaum yahudi pada zaman nabi muhammad

Sifat kaum yahudi pada zaman nabi muhammad
Perang antara yahudi dengan rumawi pada tahun 70, berakhir dengan hancurnya negeri palestina dan dihancurkannya haikal (kuil) baitul muqaddas. Bangsa yahudi menjadi terpencar ke pelosok dunia. Dan sekelompok besar yahudi menuju negeri-negeri arab.
Terdapat tiga kabilah besar dari bangsa yahudi di madinah. Dengan jumlah laki-laki yagsudah baligh mencpai lebih dari dua ribu orang. Ketiga kabilah tersebut adalah Qainuqa’, Nadhir, Quraizhah. Ketiga kabilah memiliki hubungan yang kacau dan tegang. Mereka hidup dikampung-kampung berbeda. Mereka memiliki benteng dan perkampungan. Mereka hidup mandiri dengan perlindungan pemimpin kabilah. Mereka juga berlindung kepada perjanjian sekutu dari orang-orang baduwi dan arab.
Mereka menggambarkan diri sebagai ahli ilmu, ahli agama dan ahli hokum. Kepandaian bangsa yahudi dalam sihir dan perdukunan adalah kenyataan yang diterima sejarah. Para ulama dan pemimpin mereka mengakui hal itu dengan kesombongan dan kebanggaan. Orang yaudi lebih mengutamakan ilmu hitam daripada perang terbuka.
Hubungan bisnis mereka dengan orang lain adalah dalam bentuk sewa gadai dan riba. Mereka menguasai perekonomian madinah. Mereka menetapkan hokum dipasar-pasar dengan hokum yng keji. Mereka menimbun barang agar bisa terjual mahal untuk kepentingan dan manfaat mereka sendiri. Pola piker mereka gelap, merasa diri lebih mulia dari manusia lain disebabkan oleh egoism meeka dan melampaui batas dalam mengambil riba. Kepentingan mereka hanya berdasarkan penguasaan uang dimadinah.

Dari sisi agama dan dakwah, bangsa yahudi tidak suka memaksa untuk menganut agama mereka. Mereka tidak mampu memunculkan keberadaan mereka, mengukuhkan kesejahteraan dan keungguan meeka sebgai pengemban risalah dan kitab samawi.paganisme dan irrasionaisme bangsa arab tidak membuat mereka felisah atau menggerakkan sikap diam mereka. Mereka tidak mengajak kepada akidah tauhid sekalipun terjadi kerusakan moral dan kelemahan ada mereka. Factor utamanya mungkin tidak adanya kepuasan mereka dalam mendakwahkan agama para nabi kepada selain orang Israel.

sumber: Sirah Nabawiyah, karya abu hasan an-nadwi al-hasani

11/19/2016

Kepuasan yang Sebenarnya

Banyak dijumpai manusia yang ingin menjadi orang lain yang terlihat merasakan nikmatnya hidup manusia cenderung menginginkan sesuatu yang tidak dia punyai. Pada akhirnya kekosongan yang di dapat ketika menjadi orang lain. Kenikmatan yang didapatkan orang lain tidak dapat dirasakan. hanya merasakan sesuatu yang berbeda dan terkadang sangat tidak sesuai dengan diri. . Hal ini di perkuat ketika seseorang melakukan sesuatu, apabila ditanya pastinya setiap orang memiliki tingkat kesenangan yang berbeda-beda 

    perbedaan minat atau passion juga sangat berkaitan karena setiap orang menilai kesuksesan juga berbeda. Mereka memiliki cara sendiri untuk mendapatkan kesuksesan yang mereka inginkan. Usaha yang dilakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut membutuhkan tenaga dan dorongan yang luar biasa. Dorongan inilah yang terus menerus membuat teguh pendirian untuk mencapai kesuksesan walaupun banyak rintangan yang menghadang, bahkan rintangan yang ada  menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Banyak yang bilang seseorang dapat diketahui mau jadi apa kelak di masa mendatang dengan melihat apa yang sering ia lakukan di masa sekarang. lakukanlah sesuatu yang dapat mengantarkanmu pada tujuanmu, kesuksesanmu, bukan pada kesuksesan orang lain.

semoga bermanfaat..

11/02/2016

Buku : membantu menggenggam dunia dan mengantarkan ke akhirat

Buku merupakan jendela dunia yang memberikan berbagai ilmu dan pengetahuan kepada para pembacanya. Membaca buku memberikan banyak manfaat seperti meningkatkan daya pikir dan imajinasi otak. Kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja, anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang-orang yang telah berusia lanjut. Membaca buku merupakan proses utama dalam memperoleh ilmu disamping melihat dan mendengarkan guru dan lingkungan. Pentingnya membaca sebagai proses utama dalam memperoleh ilmu dan pengetahuan terlihat pada wahyu pertama nabi muhammad SAW yaitu surat al-alaq 1-5 yang memberi perintah kepada nabi untuk membaca. Pemikiran seseorang akan lebih terbuka dan lebih bijak apabila memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas.
Proses membaca buku yang dapat memberi manfaat berupa ilmu dan pengetahuan dapat mengantarkan kita kepada kebahagaian dunia. Orang berilmu akan lebih dihargai daripada orang yang tidak berilmu. Orang yang berilmu juga mampu memanfaatkan potensi lingkungannya dan terhindar dari masalah pada keidupn sehari-hari karena mereka cenderung mencari akal untuk mengatasinya. Ilmu akan membantu seseorang untuk menggenggam dunia.

Manfaat ilmu tidak hanya dunia saja, tetapi juga akan mengantarkan ke akhirat menuju tempat yang baik hal ini mengacu pada kalimat bijak “kalau ingin selamat didunia pelajarilah ilmu, kalau ingin selamat diakhirat pelajarilah ilmu”. Bagi umat muslim diwajibkan untuk mencari ilmu selama hidupnya terutama ilmu agama. Ibadah tanpa didasari ilmu akan sangat tidak dihargai oleh sang pencipta. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya untuk menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu dunia serta menerapkannya untuk kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Keseimbangan ini terlihat pada sabda nabi ”bekerjalah seakan engkau hidup selamanya dan berdoalah seakan engkau mati esok”.

Jangan lihat apa yang dibicarakan, tapi lihatlah siapa yang berbicara

Banyak muncul individu/kelompok di masyarakat yang berbicara tanpa melihat isi dari apa yang dibicarakan dan apa dampak yang akan ditimbulkan. Induvidu/kelompok tersebut sering berbicara mengenai orang lain dan melihat orang lain tanpa melihat diri sendiri. Selain itu, juga muncul perilaku mempercayai apapun yang dikatakan kawan atau orang yang dihormati tanpa melihat isi dari pembicaraan. Sedangkan kepada lawan atau orang yang dibenci dianggap suatu kekeliruan. Ketika kawan salah pada apa dibicarakannya, maka suatu keharusan untuk dibela mati-matian. Sedangkan lawan yang salah, akan dicemooh seperti tanpa beban. Media sosial menjadi sarana untuk adu mulut dan saling sindir. Media cetak dan elektronik pun juga ikut meramaikannya. Hal ini bertolak belakang dengan apa yag diajarkan oleh nabi muhammad SAW “jangan lihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah apa yang dibicarakan”.

Untuk itu perlu dilakukan instropeksi diri sehingga pertikaian akan hilang atau berkurang. Seperti yang terjadi saat ini pertikaian antar individu/kelompok banyak terjadi. Tonjolkan apa yang menjadi persamaan dan jadikan perbedaan sebagai berkah. Fakta dan opini tidak bisa dihindarkan tetapi orang yang memiliki kebijaksanaan akan dapat membedakannya. 

10/26/2016

9 taktik Mempengaruhi Orang Lain dan Kemungkinan Hasil/ reaksinya

taktik dalam mempengaruhi orang lain antara lain:
1. logika : menggunakan argumen rasional dan logis
2. kharismatik/ inspirasional: menggunakan individu yang dihormati, dikultuskan
3. konsultasi: menarik orang lain untuk berpendapat mengenai sesuatu
4. kenyamanan/: menggunakan kenyamanan dalam hubungan pertemanan
5. cari muka: memberikan pujian untuk meninggalkan kesan yang bagus
6. koalisi: bekerjasama kepada orang yang lebih dipercayai atau lebih menginspirasi
7. perjanjian: menngunakan perjanjian diatas kertas untuk mengikat suatu pihak
8. ancaman: mengintimidasi seseorang dengan suatu hal yang ditakuti
9. pertukaran: menggunakan pertukaran barang yang diinginkan orang lain seperti hadiah

taktik 6,7,8 adalah taktik negatif.

kemungkinan hasil/ reaksi
1. komitmen: setuju, antusias dan gigih
2. kepatuhan: menerima tetapi sebenarnya enggan
3. perlawanan: menolak, membuat alasan, berdali


mohhasan22.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts