Showing posts with label pangan lokal. Show all posts
Showing posts with label pangan lokal. Show all posts

8/13/2016

alternatif formula protein bar: kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L)


Alasan pemilihan
pemanfaatan  bahan  alam yaitu kecipir (Psophocarpus tetragonolobus  L)  merupakan sumber daya alam potensial  yang mengandung  protein.   Hampir  semua  bagian  tanaman  kecipir  dapat  dimanfaatkan  sebagai bahan  pangan,  karena  kandungan  gizinya  cukup  tinggi.  Biji  kecipir  merupakan  salah  satu tanaman  yang  mempunyai  harapan  baik  sebagai  sumber  protein  nabati  karena  kandungan proteinnya  yang  tinggi  (30-37%).  Protein  biji  kecipir  merupakan  protein  yang  berkualitas tinggi karena mengandung asam amino yang lengkap dengan kadar yang tinggi. Kandungan asam amino  esensial penyusunannya setara  dengan  kedelai, bahkan  kandungan asam amino lisin dan sistein lebih tinggi dari pada kedelai (Okezi dan Bello, 1988).
Pemanfaatan  kecipir (Psophocarpus tetragonolobus  L) sebagai bahan pangan lokal, dapat  ditingkatkan  melalui  pengembangan  produk  olahannya.  Pengembangan  produk  perlu diarahkan untuk menciptakan  suatu produk baru yang memiliki beberapa sifat yang diminati oleh  masyarakat.  Saat  ini  masyarakat  menghendaki  produk  yang  bersifat  praktis,  tersedia dalam  segala  ukuran,  dan  mudah  didapat  di  mana  saja.  Salah  satu  jenis  produk  yangmemenuhi kriteria tersebut adalah biskuit. (Mayang dan Anindyajati, 2007).

Walaupun  biji  kecipir  mengandung  nilai  gizi  yang  relatif  tinggi,  tetapi pemanfaatannya  belum  optimal.  Umumnya  pemanfaatan  tanaman  kecipir  hanya  sebatas polong mudanya saja. Akibatnya tidak banyak masyarakat yang memproduksi kecipir untuk tujuan komersial dalam skala yang besar (Kharismayani, dkk, 2009). Dengan demikian sebagai salah satu langkah  untuk  mengatasi  masalah  diatas  maka dapat dilakukan suatu penelitian untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia seperti biji kecipir sebagai bahan sumber protein. Salah satu bentuk produk yang dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat adalah biskuit. Dengan adanya sentuhan teknologi dalam rangka pemanfaatan  sumber  daya  alam  tersebut  diharapkan  dapat  memberikan  nuansa  baru  dalam produk  pangan  dengan  kualitas  yang  tinggi  sehingga  produk  biskuit  dapat  diterima dimasyarakat luas (Lopulalan, 2008).

alternatif formula snack bar: iles-iles


1.         Alasan pemilihan
Iles-iles merupakan tanaman umbi-umbian yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi, tetapi sampai saat ini tumbuhan ini masih tumbuh secara liar dan belum dibudidayakan. Para petani kurang suka membudidayakan iles-iles karena masa tanamnya yang panjang, harga dan pemasarannya yang masih belum pasti dan merupakan buah yang sukar untuk dikonsumsi (ebookpangan, 2006). Iles-iles berpotensi menjadi komoditas ekspor. Nilai ekspor sangat tinggi terutama di Jepang. Menurut PT INACO (2003), Negara jepang membutuhkan tepung atau gaplek iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) lebih dari 1000 ton/tahun. Bahkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga sangat berminat dengan gaplek iles-iles Indonesia (Haryani, 2008). Berhubungan dengan keadaan tersebut, para penguasa iles-iles di bandung, semarang dan Surabaya sudah mulai mengusahakan perkebunan iles-iles  untuk kontinuitas bahan baku dan keseragaman varietas serta mendapatkan mutu yang baik dan stabil. Selain itu, pengusaha mengharapkan adanya penyuluhan kepada petani tentang varietas, penanganan dan informasi mengenai nilai ekonomis dari iles-iles (ebookpangan, 2006).
            Berdasarkan penelitian, kandungan serat umbi iles-iles tinggi dan tanpa kolesterol. Karena itu sangat baik untuk kesehatan, terutama untuk diet. Selain itu mengandung glukomanan 20-65%. Tepung konjacdapat memberikan manfaat bagi kesehatan karena memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Serat makanan (dietary fiber) telah terbukti dapat menurunkan risiko terkena diabetes dan penyakit jantung, salah satunya yaitu serat yang berasal dari konjac-mannan. Ada dua macam serat makanan yaitu serat larut (soluble fiber) dan serat tidak larut (insoluble fiber). Serat larut dapat menurunkan kadar kolesterol dengan mengikatnya di saluran pencernaan dan membawanya keluar. Sedangkan serat tidak larut dapat membantu masalah pencernaan seperti sembelit dan menjaga kesehatan organ-organ pencernaan. Manfaat lain dari serat bagi tubuh adalah membantu mengendalikan kadar gula, membantu menurunkan berat badan dan mengurangi resiko kanker (Haryono, 2008). Penelitian membuktikan bahwa konsumsi konjacmannan dosis tinggi dalam makanan tinggi serat selama delapan minggu dapat meningkatkan kontrol indeks glisemik dan metabolisme lema. Selain itu juga terjadi penurunan  Low Density Lipoprotein/LDL (kolesterol “jahat”) serta peningkatan Hight Density Lipoprotein/HDL (kolesterol “ baik”) (Faridah, 2014).












2.    Formulasi
Bahan  baku  utama  yang digunakan  dalam  penelitian  ini adalah  tepung konjak, susu skim. Bahan penunjang yang digunakan  dalam  penelitian  ini adalah  fruktosa,  telur,  margarin,  dan garam. Adapun komposisi dari food bar snack ini yaitu, tepung konjak (iles-iles) 20 gr, high frutose syrup 14 gr, susu skim 4 gr, putih telur 4 gr, bubuk kayu manis 1 gr, air 2 gr, margarin 3 gr, garam 0,5 gr. Adapun cara pembuatannya sebagai berikut:
           










DAFTAR PUSTAKA
Chandra, Feriana. 2010. Formulasi Snack Bar Tinggi Serat Berbasis Tepung Sorgum (Sorghum Bicolor L), Tepung Maizena, dan Tepung Ampas Tahu. Skripsi. FTP IPB. Bogor
Ebookpangan.com. 2006. Iles-Iles dan Hasil Olahannya. Ebook pangan.com
Faridah, A and widjarnako, S. 2014. Penambahan tepung porang pada pembuatan mi dengan substitusi tepung mocaf (modified cassava flour). Jurnal teknologi dan industry pertanian 25 (1)
Haryani, K and Hargono. 2008. Proses Pengolahan Iles-Iles (Amorphophallus Sp.) Menjadi Glukomannan Sebagai Gelling Agent Pengganti Boraks. Skripsi. Fakultas Teknik universitas diponegoro. Semarang



Tugas Tanaman Pangan Lokal: Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.)


Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.)

Kacang komak banyak ditemukan diwilayah kering.  Di Kabupaten Probolinggo, komak banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Leces dan Kecamatan Bantaran. Umumnya komak ditanam oleh petani guna memberdayakan lahan yang untuk saat itu tidak memungkinkan untuk ditanami dengan tanaman pangan lain (seperti padi,jagung,dll) karena keterbatasan ketersediaan air. Komak biasanya ditanam pada musim kemarau dan hasil panennya (berupa biji komak) disimpan sebagai cadangan makanan.
Pemanfaatan komak oleh masyarakat selama ini yaitu digunakan sebagai sayur dan campuran nasi beras. Kacang komak memiliki kandungan gizi berupa protein yang cukup tinggi yaitu 22,7%, air 9,6%, lemak 0,8%, karbohidrat 60% dan mineral (fosfor dan besi) (Bagio, 2006).
Dari komposisinya, kacang komak dapat manfaatkan sebagai olahan pangan yang bergizi dengan melakukan penepungan terlebih dahulu. Selain itu kandungan protein yang tinggi dapat digunakan sebagai pengganti kedelai dalam pembuatan tempe dan sari kacang-kacangan.

Sumber:
Bagio, A Et Al. 2006. Karakteristik Biji Dan Protein Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.) Sweet) Sebagai Sumber Protein. Jurnal Teknologi Dan industri Pangan, Vol. XVII No.2..


mohhasan22.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts